KUANSING - Teluk Kuantan - Gelaran akbar pacu jalur Pada Tanggal 20 -24 Agustus 2025 di Tapian Narosa Teluk Kuantan, Kuantan Singingi ( Kuansing ), Senin (18/08/2025) Siang.
Ribuan pasang mata menyaksikan kembali mencatatkan sejarah atraksi budaya yang kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing, tetapi juga sudah menembus perhatian nasional hingga mancanegara.
Sorak-sorai penonton, kekompakan para anak pacu, serta Indahnya jalur-jalur tradisional yang berpacu di Sungai Kuantan menjadi bukti bahwa tradisi ini telah tumbuh menjadi magnet wisata budaya kelas dunia.
Salah satu Masyarakat Kuansing , Ahyan Draferi, Atau Sehari hari dipangil dengan Om Iyan tak kuasa menyembunyikan rasa bangga sekaligus haru atas keberhasilan Kuansing mengangkat martabat budaya pacu jalur hingga mendapat sorotan dunia
Namun di balik apresiasi tersebut, Om Iyan juga menyampaikan kritik konstruktif. Ia menyayangkan sosok Ryan Arkandika, atau akrab disapa Dika, yang viral lewat tarian khas pacu jalur dengan sentuhan aura farming hingga menjadi tren global.
Fenomena Dika memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kreativitasnya dalam membawakan tarian yang menyatu dengan tradisi pacu jalur berhasil mencuri perhatian publik internasional. Bahkan, Akan kedatangan rapper dunia sekelas Melly Mike ke Kuansing dikaitkan dengan popularitas Dika di media sosial global.
Bagi Om Iyan , sosok seperti Dika harusnya diposisikan sebagai ikon anak muda Kuansing yang mampu mengangkat budaya lokal ke panggung dunia.
Ia menambahkan, penghargaan semacam itu bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga pesan moral bahwa pemerintah daerah peduli dan mendukung kreativitas anak muda yang mengharumkan nama daerah,
Sebelum Pergelaran Pacu Jalur Tradisional di selengarakan agar sosok Dimas Eka Yuda Seperti Terlupakan, Dokumentasi video karya Dimas Eka Yuda membawa tradisi Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, ke panggung dunia. Aksi seorang bocah penari haluan atau Togak Luan, Rayyan Akhan Dikha, dalam video berdurasi 27 menit itu viral di media sosial dan memicu fenomena global yang dikenal dengan istilah “Aura Farming”.
Dimas mengunggah video tersebut pertama kali di Facebook pada Mei 2025. Tanpa efek visual maupun musik tambahan, ia menampilkan suasana asli perlombaan, suara sorak penonton dan hembusan angin di tepian Narosa. Hingga Agustus 2025, video tersebut telah ditonton lebih dari 58 juta kali dan mendapatkan 1,6 juta likes.
Namun video itu kemudian diunggah ulang oleh akun luar negeri tanpa watermark dan disertai lagu Young, Black & Rich dari rapper Melly Mike. Dari sanalah, gerakan Dikha, menggulung tangan, mengibas, memberi cium tangan, lalu membentuk hati dengan jari kelingking, menjadi simbol baru selebrasi digital. "Tutup Om Iyan "
- Viral
- Kuansing
Dokumentasi Video Karya Dimas Membawa Tradisi Pacu Jalur Mendunia Yang Terlupakan
Roni Mesra
Senin, 18 Agustus 2025 - 13:30:00 WIB
Dokumentasi Video Karya Dimas Membawa Tradisi Pacu Jalur Mendunia Yang Terlupakan
Pilihan Redaksi
IndexCatat Sejarah di Jambi, Enam Guru PPPK Resmi Dilantik Menjadi Kepala Sekolah
Dana Desa 2026 Difokuskan untuk BLT, Ketahanan Desa, hingga Koperasi Merah Putih
Sepanjang 2025, BP3MI Riau Fasilitasi Pemulangan 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Api Berhasil Dipadamkan, TGI Utamakan Keamanan Masyarakat dan Pemulihan Operasional
Selasa Pagi, PLTA Koto Panjang Buka Dua Pintu Spillway Pukul 10.00 WIB
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Viral
Andrigo Masuk 21 Penerima 100 CTFP Indonesia Award 2025, Konsisten Angkat Musik Melayu untuk Aksi Kemanusiaan Global
Senin, 22 Desember 2025 - 09:48:13 Wib Viral
Sumur Bor Warga Desa Danau Tiga Bawa Berkah, Air Mengalir Deras Tanpa Bantuan Mesin
Rabu, 19 November 2025 - 12:54:22 Wib Viral
Jenazah Tanpa Identitas di Perairan Kuala Selat Teridentifikasi sebagai Bahtiar bin Darkasi
Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:57:47 Wib Viral
Sudah 23 Hari Ali Azhar Menghilang, Sang Ibu Hanya Ingin Anak Pulang
Kamis, 16 Oktober 2025 - 18:51:17 Wib Viral

